Bisakah Semua Hanya Baik???
*Tak lagi cari Viewers
*Sekedar cuman berpikir....
*kembali ke diri..
*Mengoreksi diri secara pribadi.
#Kondisi_Rumit_Tapi_Bukan_Berarti_Sa_Punya_Pikiran_Tidak_Jalan_Ya_Kan??
*Tenang bukan berarti harus ketinggalan
*Calm bukan berarti tidak berani
*Ku_Coba_belajar_psychologist
*Tebak isi pikiran hati lawan bicara,depan belakang atas bawa luar dalam
*Bak_Holmes_&_Konan_Hipotesis_Prediksi; Berhadap tak berhadap_langsung tak langsung
*But_none_of_much_Wibu_just_pelajari_Ilmu_knowledge_tentang_itu
*Serumit apapun tetaplah goyang itu otak
#Gabung_formal_dan_nonformal
#English_Indo_Bilingual_Mix
contoh sederhana hipotesis prediksi, Analisa, Analis :.....
Memprediksi - menganalisa dan menyimpulkan sesuatu berdasarkan sumber - sumber
yang pernah dilihat, dibaca, diperoleh..
Saikoji julukan Igor, rapper asal medan
A.KA.-nya atau julukannya ini di sematkannya mungkin
karna "Saiko" adalah bentuk adopsi atau serapan kata
dari 'Psycho' kata dalam bahasa inggris, yang dari suku kata pertamanya
atau "Psy" ini jika disebutkan oleh lidah indo maka akan berbunyi
";Say" dengan bentuk bunyi "P" atau "Pi" yang tidak terlalu terang
sehingga serapan dari "Psycho" adalah menjadi "Saiko" dan "Ji"
di belakang "Saiko" diambil dari huruf tengah pada namanya "Igor"
dengan "G" di ambil dan diletakan di akhir nama panggungnya yang
dari serapan Bahasa Inggris "G" dalam penyebutannya berbunyi "Ji"
maka jadilah munculnya ide tuk memakai nama tersebut, menjadikan
nama besarnya yang sekarang masih dipakainya sebagai Living Legend
Hip-hop Indo
Bisakah Semua Baik??
" Beberapa gabungan simpulan beda mari kita gabung
Dari semua yang didengar dilihat...
Suara yang keluar dapat berikan tanggapan beda - beda
Cara bicara tentukan dari mana dia
Tentunya jika berbicara pada Si yang tak familiar di mata ini
Entah siapa dia pastilah siapun wanti - wanti, rasa - rasa
tapi jangan ambil simpulan sepihak, dari tiap kata yang keluar
olah itu rasa, masih sesama - sedarat, masih turun dari akar yang sama
karna yang biasa tak jumpa situasi demikian, merasa berat dan beranggap dua hal
timbang - timbang di kepala bimbang dan bertanya, ada baiknya atau tidak
dari karakter si pribadi yang di jumpa...
jadikan penasaran apa maunya sebenarnya?
berbiacara gaya bahasa berbeda, di angap berbeda.......
Telah berjumpa aku dengan banyak manusia..
Dari si yang hanya mau hidup...
si yang hanya mau hidup dan menghidupi dan buang peduli
ke Si yang peduli...
Solidaritas itu inti, jadi kunci prinsip hidup yang utama dan buatnya itulah hidup baginya
Dari si yang berpegang disiplin...
Si karakter dengan kuat jemarinya selalu pada penggaris dan Spidol tulis
Ke Si yang ikuti taat penyesuaian
Presisi penempatan diri, berpikir panjang berlebih hinggah akhirnya hampir habis limit.
Dari si yang coba mengerti, santun
Hilangkan negatif amara lama, dan sebenarnya amaranya hanya gimik tuk sekedar hidupkan warna situasi agar tak sunyi tak begitu mati
Ke Si yang hatinya mungkin mendokol
namun setiap orang pastilah punya sisi manis baiknya
Ke si yang batas sabarnya dapat terlihat dari raut wajah.....
*Ku_Coba_belajar_psychologist
Tebak isi pikiran hati lawan bicara, bukan hanya saat di depan ini tapi menyeluruh
dulu begitu, sekarang begini
dari yang dulu begitu dan ke yang sekarang telah begini
tak ada yang senang??
Kalau hanya patokan aturan tanpa paham isi hati maka kadang gelap pun di kepala kan mendominasi isi hati bertentangan dengan terang...
Hukum kedekatan....
"Anggaplah hukum komunikasi...
Dikata tak mendekat berarti...
Hukum diri, siksa diri susah sendiri..."
Tak bersuara kan cipta timbul berbagai simpulan beda-beda, dan dominannya karna beranggap masing - masing dengan porsi masing - masing pun akhirnya kita tak ingin sibuki nasihati dan tanya isi hati tiap orang yang dijumpa...
Semua manusia mungkin sama dalam cara berpikir beri simpulan soal tiap orang lain, hari ini yah hari ini, dua hari setelah... kemarin bagaimana.. dua dan tiga hari kedepannya
Emosional Charakter... Per tiap orang berbeda
Di jumpa yang kalem santai mengangin mengalur
Maka seurat serasa.. senalar kita seimbang
Karna jika yang di jumpa tak searah maka kita timpang
Bisikan hati kecil bersuara...
"Ini dunia bukan gereja..."
"Ya sa paham ini dunia... Bukan gereja, bukan masjid, bukan wihara bukan pondok bukan pura.."
Di sini memang bukan pula wadah berkumpulnya para Nebi'im disebut kadang Nevi'im atau serafim kumpulan berhati baik kadang dianggap malaikat
Nabi rabi guru boleh panggil sesuai masa dari tarikh sebelumnya masa yang t'lah usai mungkin umum kita awam kan pahami itu sebelum masehi..
Dunia memang bukan gereja
Yang berada di atas mungkin ada beberapa yang tak pernah pilih tuk ada di posisi demikian...
Bakat berkat Tuhan beri tuk orang yang baik
Ada yang hanya menjalankan.. ada yang diolah dengan kekerasan karna dari orangtua beranggapan dunia nih keras bukan remeh dan mainan...
Ada yang di pola untuk dengar kata hati dan mencoba menalar dan mengerti, memaklumi..
Mereka dengan Candaan bandel.. ku anggap wajar itu jiwa muda, darah panas yang lagi tanya - tanya mana yang benar.. lagi masa pencarian
Yang mencari dan memilah - memilih dari patokan bukan anjuran atau saran semata, tapi aturan ajaran ortu orangtua
Karna memang mereka hanya ...
Lagi cari dan sesuaikan diri deng dunia..
Memilih mana yang baik mana yang salah, yang baik di ambil yang buruk dibuang.. Sisi baiknya.. jika ada ilmu maka dapat diterima ilmu di kepala jadinya bertambah... Sisi buruknya.. manusia yang dianggap buruk mungkin kan dihindari terbuang...
Ada bisikan hati kecil...
Ini dunia bukan surga...
Ya memang ini dunia bukan nirwana
"Mungkinkah Coba dunia nih semuanya positif.. pasti semuanya berjalan, tanpa hambatan.. tapi yah ini dunia.. this live not a simple one as a cartoon or an anime.. sisi gelap di setiap kepala pasti ada - ada saja.. ada saja hal gelap di kepala.. semisal berjalan tanpa yang lain bertentangan.. yang lain berbeban dengan apa yang kita pikir apa yang kita buat.. but live not like that.. karna kita terlalu berharap akan banyak hal yang tinggi.. kurang nyaman melihat yang lain ditinggikan.. merasa kita ditinggalkan.. sederhana tuh sulit didapat, kharakter manusia terlalubanyak yang di ingin... masih ada saja sudut hati kecil timbul rasa untuk ingin meninggi.. if I'll be one simple person.. I'll be so greatfull even I'm a one of a fool.. I just wanna be kind full the kindness to everyone who ever met me in a moment.."
Bentukan rapi...
Bisakah Segalahnya Baik
“Ini dunia, bukan surga…”
Ya, memang ini dunia. Bukan nirwana.
Mungkinkah dunia ini sepenuhnya positif?
Pasti tidak. Karena hidup bukan kartun atau anime.
Sisi gelap di setiap kepala pasti ada.
Ada yang berjalan tanpa peduli beban orang lain.
Ada yang merasa ditinggalkan saat orang lain ditinggikan.
Kesederhanaan itu sulit didapat.
Karakter manusia terlalu banyak keinginan.
Masih ada sudut hati kecil yang ingin meninggi.
Jika aku bisa menjadi pribadi yang sederhana,
aku akan sangat bersyukur, meski dianggap bodoh.
Aku hanya ingin menjadi orang baik,
penuh kebaikan untuk siapa pun yang pernah bertemu denganku,
walau hanya sesaat.
Izinkan di pembuka ku berikan contoh analysis dan hipotesis prediksi
Memprediksi di awal sekiranya apa yang akan terjadi atau menganalisa sesuatu dari setiap sudut, jika di luar
Saikoji Tentang Nama, Jiwa, dan Cara
Memandang
Saikoji, julukan Igor, adalah seorang rapper asal Medan.
Julukan "Saikoji" kemungkinan besar merupakan adopsi dari kata bahasa
Inggris psycho. Bila dilafalkan oleh lidah Indonesia, suku kata pertama
"psy" terdengar seperti "say" atau "sai",
sehingga bentuk serapan menjadi "saiko". Sementara huruf belakang
"ji" diambil dari huruf tengah nama aslinya — Igor — yang diberi
sentuhan bunyi agar lebih mudah diucapkan dan memiliki karakter panggung.
Dengan demikian, muncul nama panggung yang unik: Saikoji — sebuah
pilihan nama yang kini melekat sebagai bagian dari identitasnya di ranah hip‑hop
Indonesia.
Bisakah Semua Baik?
Beberapa simpulan berbeda kita bisa gabungkan menjadi satu:
dari semua yang didengar, dilihat, dan pernah dialami, kita menarik berbagai
tafsir terhadap orang lain. Suara yang keluar dari seseorang memberi tanggapan
beragam. Cara berbicara sering kali memberi petunjuk asal‑usulnya entah latar
budaya, lingkungan, atau pengalaman hidup.
Namun, jangan cepat mengambil simpulan sepihak dari setiap
kata yang keluar. Olahlah rasa dan pertimbangkan konteksnya. Kita semua berasal
dari akar yang sama; meski keadaan dan pengalaman berbeda, masih ada persamaan
kemanusiaan yang mendasar. Mereka yang jarang menemui situasi tertentu
cenderung ragu dan bertanya: apakah tingkah laku ini baik atau tidak?
Timbanglah hati, karena penilaian sepihak mudah menyesatkan.
Ragam Manusia yang Pernah Kutemui
Aku telah berjumpa dengan banyak orang: dari mereka yang
sekadar ingin bertahan hidup, sampai mereka yang hidup untuk menghidupi orang
lain. Ada yang hidup dengan rasa peduli solidaritas menjadi inti hidupnya.
Ada pula yang sangat disiplin, hidupnya tersusun rapi seperti garis penggaris
dan tinta spidol. Sebagian lain menyesuaikan diri hingga presisi, berpikir
panjang hingga hampir kehabisan tenaga.
Ada yang berusaha mengerti dengan santun, berusaha melupakan
kebiasaan buruk hanya sebagai gimik untuk memberi warna pada suasana. Ada juga
yang tersirat memiliki luka, namun tetap menyimpan sisi manis dalam
kebaikannya. Wajah kadang memperlihatkan batas kesabaran itulah bahasa
nonverbal yang sering lebih jujur dari kata‑kata.
Mencoba Belajar Menjadi "Psychologist"
Aku belajar menebak isi pikiran lawan bicara, bukan hanya
saat bertemu secara langsung, tapi menyeluruh: dari masa lalu hingga hari ini.
Kalau hanya mengandalkan aturan tanpa memahami isi hati, pikiran bisa menjadi
gelap kontradiksi muncul antara terang dan gelap dalam kepala.
Hukum kedekatan dan prinsip komunikasi memengaruhi penilaian
kita. Tanpa komunikasi yang memadai, sikap saling salah paham mudah muncul.
Ketika tak berbicara, cipta dan asumsi timbul berbagai simpulan yang berbeda‑beda,
bergantung pada pengalaman dan latar masing‑masing.
Dunia ini bukan gereja bukan pula tempat suci yang hanya
dihuni orang‑orang suci. Tapi itu bukan alasan untuk kehilangan rasa
kemanusiaan. Bakat dan berkat diberikan kepada siapa pun; sebagian orang
dipaksa oleh kerasnya hidup untuk menjadi tangguh, sebagian lagi dibentuk agar
lebih peka terhadap kata hati.
Anak muda yang bandel sering kali sedang dalam masa
pencarian: mempertanyakan mana yang benar, menyaring nilai yang datang dari
orangtua atau lingkungan. Mereka memilih mana yang baik dan membuang yang
buruk. Jika ada ilmu, ia akan diterima dan menambah wawasan; jika tidak sesuai,
akan dihindari.
Penutup ;__ Antara Harapan dan Kenyataan
Mungkinkah semua ini menjadi positif sepenuhnya? Mungkin
tidak. Dunia bukan nirwana selalu ada sisi gelap di setiap kepala. Namun, jika
kita berusaha menjadi manusia yang sederhana dan penuh kebaikan, hidup akan
terasa lebih ringan. Kesederhanaan bukan kelemahan; ia adalah ukuran
kebijaksanaan.
Ruang kritik dan tafsir selalu ada. Yang terpenting
adalah terus berusaha memahami, bukan sekadar menghakimi.
Komentar
Posting Komentar