Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Ritme Kendali, Dena Hari ini (Waktu)

    “Waktu masih berlanjut..' ada yang berkata '..Ini waktu tersisa nan masih dinanti" dan Waktu ku kini menunggu waktu yang dijanjikan tertera dalam daftar laju, pada alur dan teratur setelah sekian lama memmang demikian telah di atur dan kembali hari ini masih yang sama pada waktu..            "..Waktu sekarang Dapat dikata setengah jam 10 menit dan dapat pula dikata 1 jam kurang 20 menit..' Di antara satu jam yang belum genap dari satuan waktu,       ada 20 menit yang hilang bukan karena lupa, tapi karena sengaja disisakan untuk diam sambil menanti waktu.”   Hari ini lagi dari sepucuk kertas berjudul jadwal mataku tertuju, pelajari pola bagaiamana mereka berpikir, dan ini sebenarnya bukan sekedar soal waktu..   Tadinya di awal ku berfikir..        Konsistensi dan janji percaya           Karena terarahnya satu kata nan sering disebut waktu....  Namun disini...

Hot Issue Right.. (no smile)

Merasa berdiri solo - solo karna bukan berdiri dari hasil dipilih wah.., hilang birokrasi apa arti demokrasi, tanpa badan tiada akan pernah ada kepala jangan lupa yah. . . Yes Sir...  Gamblang kata bisa kubilang garis besar dari pertanyaan dari tiap issue yang di angkat masyarakat Netizen lokal Timo' kami yang geram, manakah yang harus jadi skala prioritas para Kepala pemilik banyak badan; Circuite: 1. Ada berapa kira² jumlah pembalap di TTU ini, kanca nasionalkah atau internasional Identitas : 2. Pergantian nama, dia tidak berdiri disana solo² tapi ada sejarah leluhur kalo melihat ke belakang, kita sudah dikenal Luar daerah dengan Identitas itu yang melekat dipikiran orang², Kota Sari Biinmafo, Beriman Belu, Kota Karang itu Kupang Fasilitas: 3. Siapa berwisata dengan tujuan apa, ini Timur "Tanah Yang di Tanami" (TANI) , "Penyangga Tatanan Negara Indonesia" ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (PETANI) kenap harus Motel - Inap yang di utamakan, suara dari tani kurang diperhatikan, menginap di ...

Rima Humble

Sa hanya p'lajari dan sa coba tuk pahami dan tolonglah mengerti cobalah tuk kenali lebih jauh mungkin datang  dan cobalah selami Tak ada sa mo t'rlalu kendali Karna terlihat semua maasih aman terkendai dan kita bukan sedang berebutan mendali Jadi tak perlu harus ada 'Kelahi Jua di kepala ini tak pernah terpintas sapa mo sa Kalahi Kalahkan dia dan mereka siapapun tak pernah jadi tuntutan tuntut ilmu dari mama nan sa p'lajari berpesan tuk saling menemani memahami  bukan rusaki dan pun harus tuk musuhi Karna kalah dan menang bukanlah tujuan Jadi alasan mengalah tuk menang selalu diajarkan Karna sa bukan yang terpintar jadi sa belajar mengalah tanpa perlu ada kata berkelehi Dan susunan rima kalimat ini hanyalah  Sekedar hobi, sajian fikir nan kunikmati..  bukan takut namun lebih tepatnya  ajaran bijak ajari diri ini  hindari konfllik, itulah ilmu sa dapati  Karna masih selalu menjalani Dan jua sa belum pegang kemudi Sebelum kemudian tiba di titik akhir...

Dirgahayu Negriku NKRI Harga Mati _^^®_

          Tanah Air Mata   Oleh. Soetardji Calzoum Bachri Tanah airmata   tanah tumpah darahku   Mata air airmata kami   Air mata tanah air kami   Di sinilah kami berdiri   Menyanyikan airmata kami   Di balik gembur subur tanahmu   kami simpan perih kami   Di balik etalase megah gedung-gedungmu   kami coba sembunyikan derita kami   kami coba simpan nestapa   kami coba kuburkan duka lara   Tapi perih tak bisa sembunyi   ia merebak kemana-mana   Bumi memang tak sebatas pandang   dan udara luas menunggu   Namun kalian takkan bisa menyingkir   ke manapun melangkah   kalian pijak airmata kami   ke manapun terbang   kalian hinggap di air mata kami   ke manapun berlayar   kalian arungi airmata kami   Kalian sudah terkepung ...
Gambar
 ^-^ "Complete Luv story ain't complicated and aren't incomplete, but have to go through something complicated and incomplete bad times of each feelings first start to pass and land in a nice beauty end.. Entangled"  ^^®
Gambar
                                      ... Si Guguk Membalas Budi                                            & Si Meong Mengikuti Naluri ...                    Seekor kucing masuk ke rumah dengan langkah gelisah, dibimbing oleh naluri lapar yang tak bisa ditunda. Ia mencari makanan ikan, telur, atau nasi yang diyakini selalu tersedia di tempat itu. Bagi makhluk hidup, rasa lapar adalah panggilan alamiah, bukan niat mencuri. Hewan tak punya kata-kata, hanya insting dan isyarat tubuh: mengeong, mengendap, atau melompat mencari harapan.            Dengan kaki berjejak lumpur dan bulu oranye putih, si kucing menyusuri sudut-sudut rumah, mengikuti aroma telur yang tersimpan. Ia tak ta...