Hot Issue Right.. (no smile)

Merasa berdiri solo - solo karna bukan berdiri dari hasil dipilih wah.., hilang birokrasi apa arti demokrasi, tanpa badan tiada akan pernah ada kepala jangan lupa yah. . . Yes Sir... 

Gamblang kata bisa kubilang garis besar dari pertanyaan dari tiap issue yang di angkat masyarakat Netizen lokal Timo' kami yang geram, manakah yang harus jadi skala prioritas para Kepala pemilik banyak badan;

Circuite:
1. Ada berapa kira² jumlah pembalap di TTU ini, kanca nasionalkah atau internasional
Identitas :
2. Pergantian nama, dia tidak berdiri disana solo² tapi ada sejarah leluhur kalo melihat ke belakang, kita sudah dikenal Luar daerah dengan Identitas itu yang melekat dipikiran orang², Kota Sari Biinmafo, Beriman Belu, Kota Karang itu Kupang
Fasilitas:
3. Siapa berwisata dengan tujuan apa, ini Timur "Tanah Yang di Tanami" (TANI) , "Penyangga Tatanan Negara Indonesia" ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (PETANI) kenap harus Motel - Inap yang di utamakan, suara dari tani kurang diperhatikan, menginap di Flores karna ada "Kelimutu", "Komodo" Labuan Bajo, apa yang mau dilihat kala datang para turis ke Timur Tengahku di Utara, kurang dapat diterima akal sehat sementara aspal lubang ketakutan, dan mereka patahkan argumen dengan angkat tangan tunjuk Ide dengan modal jabatan jadi jembatan segalahnya dengan mudahnya di iyakan dan dijadikan, jadi masihlah nyata terlihat jelas afuskuku berabu jalan dan batu lepas banyak tak dapat dijumlah, namun mata kita tak pernah dibuka, perbaiki kulit tapi isi dalam masih belum stabil perputaran ekonomi naik turun morat marit bahkan pegaiwai dan petani yang harusnya dikatakan sejehtera dan berkecukupan dengan satunya punya lahan dan satunya hidup dengan gajipun masihlah pusing harus bertahan menanti dilihat, dan dimanakah realisasi dari sekian janji yang terdengar kala itu saat akan menaiki podium dan dengan pasti berucap tuk kan mendengarkan suara dan kata - kata masukan kami yang kok malah tak dipedulikan dan sepertinya kok malah digergaji, memikirkan simpanan dan esok harus bagaimana? , sorry bukan anak asli tapi sedari kecil hingga besar kami telah di sana, tana kecil besar yang sering disebut milik anak tanah, milik banyak orang yang dikenal dengan kota sari Timur Nusa Tenggara Timur Tengah Utara, tapi malah disepelehkan dan jadikan kepala ini jadi muncul banyak tanya kenapa putusan sepihak yang malah diterima dan digunting pita tanpa guna banyak tanya persetujuan dari merka yang punya andil dan hak yang sama pula. Telah berada disini dari sekian lamanya kami berada pijaki daerah ini dan Tanda Pengenal boleh di cek pula masih berdomisili seperti yang sama seperti yang kalian punya, dan sedari balita tenang mengalamnya kota ini sudah kami kenal, tanpa sesal tanpa cari atensi mungkin usia seumur jagung ini belumlah dan bahkan kurang paham sejarah karna memang masih terbilang secarah angka pada usia saat kemarin dilahirkan dapat dilihat terbilang masih muda belia, tapi kami para pemuda sederhana nan jua merasa memiliki dan jua dari akar telah ditanam disini, kini hendak kami mohonkan pada beliau, sebelum usai waktu Ananda yang berkuasa agar Identitas apa yang ada pada nama sejak awal daerah kecil dari Timor Pulau ini dikenal orang luar sebagai apa yang identik jangan diambil dari yang empunya meski hanya sesepeleh nama, kami memohon agar kiranya tak secarah gamblang janganlah diubah apa yang telah terkias jadi kesan pada memori tiap kami dan pendatang yang mampir disini tuk sekedar menyingga dan ini kami minta dengan hormat, ini kami mohonkan...  


#Mewakili_Resah_Hati_Parah_Penghuni
#Wakili_Atoni_Anak_Tanah_Pribumi

Teriring Salam... 
#PETRA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

rhyme in the rain 26 nears birthday ^^

Tutur Pesan Benang Kusut

Puisi, Naungan Kasih