Bedah dan bedakan....
..........
Beda artian antara Tenang bisu serta jua' beda pula arti dari membisu...
..............
..............
Si Bisu Berhati...
Seorang bisu sedang bercerita
setiap katanya penuh ceria
selama ini jarang yang mendengar
kini ku datang jadi tempat tuk mendengar bagai pendengar setia, nan ada kala dia gusar
ku jadi tempat nan paling dia gemar
walau tak begitu dapat berbicara namun aku yakin ia menangkap, dan dapat mendengar
yang terbaik aku jadi teman yang tepat, tunjuk dimatanya berbinar
dan akulah yang paling ia kenal dan dengar, hingga kini.
Syukur penglihatan dan pendengarannya tak samar
sehingga tiap cerita, saling berbagi, pun dapat tergambar
suasana yang tak begitu hambar di awal
setiap huruf jemarinya ajariku tuk akhirnya hafal dari bahasa tubuh, dan semua ia senang bercerita padaku
ku kagum ia begitu semangat berjalan, selalu ceria
dan tak ayal ia tak butuh seorangpun tuk kawal jadi pengawal, Ia tak takut
kuyakin Tuhan kawali ia selalu sedari awal, ku tahu.
Berbagi cerita, walau kebanyakan hanya lewat jemari
sesekali ia menari bahagia terlihat semangatnya , gambarkan bahagia kala melihatku nan datang lagi
berbagai hal dia mulai dan terus bercerita, tiap bahasa tubuhnya coba ku cermati
sejak dahulu dalam hati mungkin banyak pembuli
namun ku tak terlalu perduli
itu, karna ku peduli kini kutemani dan ku rasa dia sedkit pulih, hingga mau berbagi
di awal ku ragu tuk mendekati
kini ku jadi tempat terdekat ia berbagi
dan akhirnya satu hal ku mrngerti...
ciptaan sederhana
yang tak lengkappun Tuhan kan beri tuk melengkapi
Yang kan buatmu sadar tuk bersyukur, akan kelebihan dan segalah lengkap tubuh dan raga yang ada dan itu semua tak dibeli dengan seperlunya rupiah dan bilangan harga apapun,
dan itu pun ajarkanku apa arti sesungguhnya kesempurnaan
dari yang tak lengkap, tuk saling melengkapi dan saling menemani.
"Membaca, berbicara kepada layar...
cara tiap orang membaca berbeda"
"Tiada orang tak berakal yang dapat menulis.."
"Semua orang berakal dapat menulis..."
"Kekurangan bukan kelemahan, Tuhan cuma beri keterbatasan....
tuk ingatkan setiap kita pasti punya batasan... "
Tak Bisu, tapi Tenang dan mengalur
Membisu saat beribu isue
tak ingin kisruh
tiap pencari tenang, hanya butuh ketenangan
tanpa perlu temukan siapa pemenang,
yang dibutuhkan hanya penenang
lewat ketenangan kan beri pikiran rasa tenang,
dan bukan nikotin pun obat bius tuk jadi penenang
dan memang tak perlu menang
hidup ku rasa hanya perlu berjalan
kata berlombah hanya ada saat perlombaan
materi harta itu ku rasa tak dapat dilobakan..
...menang dalam lomba
berimu lompat kebahagiaan
hal yang membahagiakan
karena keunggulanmu yang menang saat dilombakan
bukan harta dan imanmu yang dilombakan
ilmu fikir dan fisiklah yang dilombakan
menang pun kalah tak ada di dalam jalan hidup
pertentangan, tak hasilkan siapa kalah siapa menang
pertemananlah, yang dapat menyenangkan
dan buatmu merasa bahagia, bukan karna menang
tapi karna teman jadi suatu nan buatmu senang...
...dalam hidup ada pertandingan, tuk tentukan kalah menang
tapi hidup bukan tuk cari mendali, dan tentukan siapa kalah siapa menang
Kemenangan sejati pemiliknya hanyalah satu..
tak perlu ku sebut semua pun tahu
yang kan memenangkanmu saat selesai waktumu, nan t'lah ditentukan.
Konjak di telinga
Konjak di telinga, bergantung mengiang mengganggu tek pergi
ku hanya bergurau, dan aku hanya tak terlalu menaruh mata pandangku disana
..............
dibalik isu diam membisu...
karena tak butuh pembenaran...
Penghiburan setiap orang berbeda
beberapa orang butuh riyuh - ramai
beberapa lainnya hanya saat tertentu
Ketenangan mungkin adalah tempat yang tepat...
Coba cermati tiap kata
Baca dan dengar s'tiap cerita
dengan seksama, ku cermati tiap berita
dari yang di layar hingga nan sempat
menggantung mengonjak di telinga
dari cerita derita hingga ceria
tak berharap disorak meriah
takkan sungkan juga bilah diteriaki
bagi mereka nan bagi dan bercerita lepas
di jepang kau nikmati teriaki
ini indo, ada kalahnya saus merah asam manis menemani
tanpa cuka ibarat sup, mie coto dan nikmati
saus dan bumbuh, bubuhi setiap cerita
dari satu dan meliuk ke seluruh mari berbuka
seakan kacang dikelupas tuk membuka
kata pepatah 'air beriak tanda tak dalam" itu fakta
dianggap berbicara terbata - bata
banyak yang sedang berkata - kata
fikirku sedang mencerna apa maunya
berikutnya dan seterusnya tanpa henti
telingaku mendengar, tanpa lelah dia tek letih terus berkata
seakan banyak pandangan mata - mata
soroti tindak tanduk seseorang
seakan perlu dihakimi
berdiam bukan bisu
berbisa, bisa - bisanya ya memang berbisa
tiap kata yang tak perlu ku sebut
mungkin dapat selicin belut
tanpa perlu dipeluk
karna awas kau terpanggut
ibarat sungai beriak karnah mengalir, tak menetap
sedang berfikir kemana arahnya
tak perlu dipikir anggaplah
ributi situasi, tiada guna kau tanggapi
berbuihnya air, mungkin karna ada reaksi
setiap teriakan mungkin karna sedang depresi
ibarat kata dianggap sedang ereksi
dikeluarkan kepala, jadi semprotan tuk disaji
seribu satu kata selalu mengalir di kepala
setiap mendengar tiap kata - kata yang datang
selalu kan kusajikan kembali dalam bentuk karya tulisan dan kusaji
dari seni hasil polesan kata dan imaji
dari bawa terik matahari sebelumnya
keringat ini pun penah basahi sekujur
tubuh ini di pernah di guyur,
penahku pernah gabarkan guyon dan banyak gaya bahasa
bercerita lewat kertas tertulisakan
bersarana tinta jadi aksara, ku menuliskan
siapa tak pernah rasakan mentari
keingat di jari saat bekerja dengan caranya sendiri - sendiri
dan keringat serta air nan membasahi tubuh
tak perlu di bahas
seumpama jika ada yang persoalkan dan merasa bermasalah
tak perlu dibahas pun dibalas
tak membalas bukan karna lemah
hanya perlu nikmati jalani, dan senyumi
di anggap remeh, apa masalahnya
cukup dengar tak perlu terlalu mendengarkan
itu bukanlah masalah, tak perlu amarah
bedakan mendengar dan mendengarkan
hingga kini ilmu ini masih kuingat
yang satunya dengan seksama yang lainnya sekedar
aspal setapak sudah pernah dipijaki sejak awal
balas kebaikan dan kebalikan dari kata kebaikan itu...
tiapnya dari doa dan tiap jalan nan ku tempuh....
apapun rasa benciku, aku tetap berjalan
^^^^^
Komentar
Posting Komentar