Bullet __ Pena Menjari, Tinta Pada Ketas__ Bullet
diksi ___Prosa_Sajak___ Rima&Puisi__diksi
Ada pena ada pulpen ada paper
lewat secarik kertas
tertulis tiap larik nan ku tarik
kar'na sedari awal memang ku t'lah tertarik
tuk mulai tulisi tiap bait dan baris terhadap secarik
terlihat bergaris coretan dan tiap kata rapi berbaris
dan dari layar terlihat tulisan larik - larik
dari nan awalnya morat - marit
hingga nan paling tepat dan sempurna ku lirik
dan ku rasa itu memang menarik
Tertulis Prosa Puisi Sajak, walau ku bukan pakar
jariku menjari, namun bukan mulu hanya ketikan pada papan
saat seketika ku pun tersadar
mentari t'lah hampir lewat, dan waktu terlewat
terlupakan tanpa sengaja begitu saja
dan terlihat, jam menunjuk sebentar lagi
mentari pasti akan padam
bullpenpun sedari mulainya, masih tak berhenti menari
dan hingga kini ku masih menjari
pena berlari, kertas secarik, dan perbait, tiap kata ku selami
tiap makna tersaji
tiap makna ku saji,
tanpa pikir lama, melalui keyboard pun tanpa keyboard bertombol
pada si papan ketik, mulai me-report tiap petikan kata tiap ketikannya
dan seketika seakan tanding taji pada ujung pena dan kertas putih
kata demi kataku saling mencari satu persatu jadi kalimat
dan berakhir saling mengisi sampai akhir usai ku menulis.
Jari - jemari pun masih berlanjut
berlanjut ikuti alur pikir
dan hasil buah pikir ku
yang tadi terfikir dan baru hendak kutulis
kini selang - seling berpindah berganti
menyambung apa na di tangkap oleh tatap mataku
mengalir dari nadi dan bepindah ke jari
"Cermati tiap kata dan lidah berlatih...
tak setajam belatih tapi boleh diuji
kan ku saji bagi tiap penikmat nan nikmati"
Asa ku rajut, berlatih sajak berlanjut
mengasah, pertajam, tarik ulur alur ceita ku sambung
masih selalu doa pada Deo Tuhan, satu nan sama selalu berlaku buatku
di antara tiap ujud kan kupanjat, nan hendak kupanjatkan, ku serahkan
s'moga kataku kan selalu beralur, dan tanpa ada kata henti tuk berlanjut
hingga akhir ajalku kelak menjemput
hingga nanti saat usia ku kelak setelah senja nanti ibarat malam nan t'lah larut
kan jadi kenangan nan bisa dikenangkan nantinya, semoga selalu
dan jika t'lah usai, semoga tak ada selisih
tiada keluh - luka berlebih begitu banyak ku harap nanti
saat pisah jiwa dan raga antara dunia dan ajal menghadap akhirat kelak.
Ada pena ada papan ada paper
lewat secari kertas
tanpa ada papan bertombol keyboard di awal
ku awali coretan tinta pada tulisan ini
dan dengan jemari bulpen-kupun mulai menari
dengan pena yang menari, dan ku report tiap yang terjadi
pada kertas dengan menjari
jaripun mneggores berlari tanpa henti, was no doubt
sadari ini pasionku nan ku gemari, I was no stop
tersadarku, sedari bayi ini telah kugemari, I wouldn't droped it out
Ku ukiri putih kertas dengan tinta pena
mencoret kertas, bulpen di jemari
lewat kata per kata, ku tuangi seutas frasa makna
dan ku b'ri arti
dan sajak rimaku tak berhenti
lewat kata "tuangi seutas" ini kini, ku bersua tak terhenti
dan tersaji segalah isi di kepala yang Ku ulas
bagai jadi cerita lepas, seakan saat kumpul kemarin
dan tuk gantikan saat terganggunya aku kala malam di tidurku yang tak pulas
nan jua kan berganti jadi senyum saat nyennyak, dengan hati berpuas atas nan ku ulas
beri cerah ceria padaku saat ku terbangun kemballi di pagi dari puas tidur pulas semalam.
diksi ___Prosa_Sajak___ Rima&Puisi__diksi
Komentar
Posting Komentar